Mahasiswa Matematika UNDIP dalam Ajang PIMNAS ke-31

sddd

PIMNAS merupakan kepanjangan dari Pekan Ilmiah Nasional yang masih termuat dalam serangkaian PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Isnaeni Nurrahmawati (Matematika 2015) beserta rekan Tim Hydrogarden berhasil membawa medali perunggu dalam ajang PIMNAS ke-31 yang  diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta.

Sedikit tips dari Isnaeni yang  selama 2 tahun terus mengikuti PKM yaitu hal pertama harus dimiliki ketika punya cita-cita lolos PIMNAS adalah keyakinan, yakin dalam niat awal, pelaksanaan program dan yakin dengan tim. Capaian yang ia peroleh bukanlah kehebatan seorang, tapi merupakan kehebatan timnya.

Membangun tim yang kompak merupakan salah satu aset power untuk bisa masuk PIMNAS. Menjaga komunikasi tim, saling menyemangati, saling membantu, serta tidak saling mementingkan ego masing masing menjadi poin penting yang harus dimiliki oleh sebuah tim. Hal ini karena dalam tahap monev menuju PIMNAS sendiri bukan hanya dinilai sebaik apa karyanya, tapi juga dinilai bagaimana tim mampu meyakinkan juri akan karyanya. Caranya sangat mudah, salah satunya dengan memakai dresscode yang sama, kemudian saling berbagi dalam menjawab serta saling menguatkan dan menambahkan jawaban. Hal-hal kecil ini yang akan menjadi beberapa poin juri dalam menilai kekompakan tim.

Pelaksanaan program yang diusulkan dalam PKM sangatlah panjang, sekitar 3-5 bulan. Tak memungkiri semangat dalam pelaksanaan harus terus dijaga. Komunikasi antar anggota setiap hari menjadi hal yang bisa menjaga semangat tim. Tak perlu setiap hari selalu membahas program, selingi lah dengan becanda, yang penting setiap hari saling komunikasi. Sudah cukup buat tetap jaga semangat dan komunikasi tim. Jangan lupa untuk membangun visi dan misi yang sama supaya lancar dalam pelaksanaan.

Tak memungkiri faktor keberuntungan pun menjadi salah satu faktor berikutnya yang secara tidak langsung menjadi buntut dari segala usaha yang telah dilakukan, hal ini dikarenakan bahwa semua tim yang lolos adalah tim-tim yang hebat. Namun keberuntungan bisa di datangkan salah satunya dengan banyak berdoa.

Isnaeni pun berkata bahwa suatu capaian tidak akan pernah bisa instan didapat. Jangan pernah menyerah atau berhenti mencoba. Jika tahun ini belum bisa, cobalah untuk tahun berikutnya, belum bisa coba lagi. Ketika masih punya kesempatan, manfaatkanlah.

Pada tahun ini Isnaeni beserta tim Hydrogarden nya membuat PKM-K (Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan). Hydrogarden bermula dari melihat peluang pasar tentang kebutuhan akan sayur yang tak pernah berhenti, sedangkan lahan pertanian dan pemasok sayur semakin berkurang. Kemudian mencoba menginovasi pada bagian proses produksi dengan mengembangkan sistem otomasi hidroponik dengan sensor yang akan membuat proses penanaman menjadi lebih mudah. Hydrogarden ini memang terfokus pada berjualan sayur, bukan bidangnya matematika. tapi Isnaeni berkata bahwa kata siapa matematika tidak bisa melakukan hal-hal bidang lain, matematika bisa segala hal. Kata siapa matematika cuma bisa itung-itungan saja, matematika bisa masuk di segala bidang ilmu, namun kesadaran akan hal itu tidak akan pernah bisa kita temui jika kita tidak pernah mencoba mengenal bidang lain.

Bagi Isnaeni mengikuti event-event lomba seperti PKM menjadi suatu pengalamaan yang sangat berharga. Salah satu manfaatnya yang dapat dirasakan adalah meluasnya RELASI, yang menjadi aset yang berharga dikemudian hari. Relasi dengan dosen-dosen, mitra usaha, teman beda jurusan dan lain fakultas, bahkan dengan orang orang hebat yang ahli pada bidang ini menjadi manfaat tersendiri yang membantu mempermudah Isnaeni dkk untuk mengembangkan Hydrogarden kedepanya dengan link yang telah dimiliki sekarang.

Isnaeni tentunya mempunyai harapan bahwa mahasiswa matematika bisa lebih terbuka lagi, mencoba hal-hal lain diluar yang diajarkan di bangku kuliah, serta berharap bahwa mindset diluar sana mahasiswa matematika bakal jadi dosen saja, bisa terminimalisir dengan semakin banyaknya karya anak matematika yang bisa diciptakan. Selain itu, pemikiran kebanyakan anak matematika yang malas ikut event diluar olimpiade hanya karna alasan tidak bisa menulis bisa berkurang, karena sejatinya menulis itu bisa dilatih, banyak referensi contoh yang bisa dipelajari. Kemudian ia berharap bahwa capaian medali tahun sekarang bisa ditingkatkan lagi untuk tahun tahun selanjutnya. Baginya, dalam membuat sebuah karya mindset yang harus dibangun bukanlah mengenai manfaat bagi diri sendiri. tetapi berfikirlah bahwa kita membuat suatu karya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *